WHAT A BEAUTIFUL LIFE....
Maka Nikmat Robmu Manakah yang Engkau Dustakan??



Friday, January 07, 2005
Siapapun Engkau

 

 

eramuslim - Sepotong syair Ebiet G. Ade dalam nyanyian cintanya "Sebening Embun" membawa ingatan saya pada sepasang suami-istri, sahabat saya. Memandang perjalanan pernikahan mereka, seperti menatap beningnya embun pagi. Damai dan indah.

Cinta mereka bukanlah cinta yang membara di awal jumpa. Tanpa proses cinta-cintaan seperti laiknya sepasang remaja, mereka cuma diikatkan oleh tujuan nikah sebagai ibadah. Semua menjadi sederhana dalam ketaatan pada Tuhannya. Dengan itulah mereka mampu menyatukan hati setelah pernikahan.

Si istri adalah seorang wanita yang cerdas dan mandiri. Karirnya sebagai seorang professional muda menanjak terus. Sejak sebelum menikah, ia memang cukup ambisius. Maka setelah ia menikah pada usia hampir tiga puluh, ia tak jadi surut dalam membina karir. Sementara itu, selayaknya orang-orang yang bergerak di kehumasan, ia pun punya banyak teman dan memiliki society sendiri.

Sementara si suami juga seorang yang cerdas. Dengan modal itulah ia tekun mengabdiakn dirinya pada dunia penelitian dan pendidikan. Cenderung pendiam, si suami lebih suka membaca dan 'menyepi' di rumah ketimbang bicara-bicara dan making friends.

Secara sifat-sifat pun, mereka amat bertolak belakang. Si istri cenderung ekspresif, sedang suaminya pasif. Si istri tidak sabaran dan maunya seba cepat, sedang suaminya bertolak belakang. Sang suami sepertinya banyak memberi jalan bagi istrinya yang 'whirlwind' ini.

Tapi lihatlah bagaimana kemudian saya menjadi terkagum-kagum pada pasangan ini.

Sang istri amat menghargai suaminya. Tak pernah sekalipun ia menceritakan yang jelek tentangnya. Kebanggaannya terhadap belahan hatinya terlihat tidak hanya lewat lisan, tapi juga lewat sikap. Dukungan tak habis-habisnya ia berikan buat sang suami.

Demikian pula sang suami, yang secara pendapatan per bulan, lebih kecil dari istrinya. Tak sekalipun ia memperlihatkan sikap berat atas kemajuan karir sang istri. Dan sungguh, ia pun tak mampu menyembunyikan kebanggaannya pada sang istri.

Di lain pihak, mereka adalah teman diskusi yang cocok. Semua hal bisa jadi bahan diskusi, dan ramai. Mereka juga ayah dan ibu yang 'cerdas' bagi putri kecil mereka yang baru dua tahun. Mereka juga sepasang kekasih yang romantis dan penuh cinta. Dan di atas segalanya, mereka adalah sepasang hamba Allah yang senang berlomba mencapai tingkat keimanan yang lebih tinggi.

Saya yakin, mereka bukanlah tak pernah 'ribut'. Mereka toh manusia biasa yang pasti bisa khilaf. Dan memang benar, mereka mengakui hal itu. Tapi bagaimana bisa kemudian mereka menambal khilaf-khilaf itu sehingga tak jadi bolong-bolong besar?

Jawabannya sederhana: mari menambalnya dengan ketekunan. Seperti tekunnya ibu kita dulu menambal selimut-selimut kita yang robek-robek dimakan usia. Ketekunan adalah proses, butuh waktu, tidak instan. Ketekunan adalah kesabaran menjalankan proses itu sendiri untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, suatu saat kelak.

Saya berangkat menikah dengan keyakinan bahwa Allah membimbing kami. Allah-lah yang akan menumbuhkan rasa cinta. Saya sudah punya cukup modal: rasa hormat saya padanya, sebagai seorang laki-laki yang dengan sepenuh rasanya mau membagi sisa hidupnya dengan saya.

Saya tahu, saya orangnya cukup sulit, maka bila ada orang yang dengan sungguh-sungguh mau mendampingi saya, saya akan salut dan hormat sekali. Dan dia ternyata orang yang jadi suami saya. Siapa pun dia.

Maka saya ikuti alur prosesnya dengan tekun. Saya cari, jalani, amati, dan rasakan dengan penuh syukur setiap kesempatan setelah kami menikah. Siapa tahu ini jalan Allah untuk mengikatkan hati-hati kami?

Benarlah kiranya, setelah rasa hormat, muncul rasa syukur untuk seorang suami seperti dia yang dengan 'kelambanan' dan kesabarannya mampu meredakan eksplosivitas saya. Yang mampu menyiram habis seluruh amarah saya dan menggantinya dengan ketenangan. Yang menghargai saya bukan karena saya istri dan ibu anaknya, tapi karena saya manusia yang butuh dihargai."

Dari situlah muncullah rasa saying, cinta, dan segala rasa yang sejenis.

...kasih pun mulai deras mengalir

cemerlang sebening embun...

"Keajaiban terindah yang hadir dalam hidup saya adalah saya akhirnya dapat membentuk keluarga sendiri. Ada seorang wanita yang mau jadi istri saya. Meskipun dengan jujur saya katakan, saya tidak terlalu perduli siapa pun dia pada awalnya. Yang saya tahu, ia salihat dan cukup cerdas.

Lalu, hari demi hari, keajaiban itu bergerak perlahan-lahan. Seperti sebuah proses perjalanan. Ada seorang wanita yang saya panggil sebagai istri saya. Yang berusaha pulang kantor lebih awal dari saya. Yang memilihkan dan menyiapkan segala keperluan saya di tengah-tengah begitu banyak urusannya. Yang menemani saya menyiapkan bahan kuliah hingga larut malam.

Dia yang membuat saya merasa dihargai dan dicintai. Dengan tatap bangganya. Dengan ucapan terima kasih tulusnya saat menerima uang gaji saya yang tak seberapa. Dengan kesabarannya mengandung, melahirkan dan memegang komando pembinaan anak kami.

Saya tahu ia juga sedang belajar berumah tangga, seperti halnya saya. Saya juga tahu, ia sedang mengikuti proses di dalam rumah tangga itu seperti juga saya.

Keyakinan bahwa kami sedang sama-sama belajar mengikatkan hati dan rasa itulah yang senantiasa menambah rasa syukur saya. Kami benar-benar beruntung, karena sama-sama punya semangat yang tekun untuk membangun cinta kami."

...kasih pun mulai deras mengalir

cemerlang sebening embun ...

Dan sepasang suami istri itu saling menatap. 'Siapapun engkau, saya yakin engkau adalah yang terbaik dari Allah untuk saya. Karena bersamamu, saya bisa sama-sama belajar tekun berproses lebih baik lagi'. Alhamdulillah.

(Ummu Akna, Jkt-Dpk 2000)


Posted at 07:36 am by swasmi
Comments (1)  

I'm lecturer now....



i'm lecturer now.....coming back to indonesia....i enjoy being a lecturer...cute and cantique lecturer...:)
everyday meeting students makes me feel young...
you want to see my campus, nice campus.....:) but old building...:0

oke ....

Posted at 07:26 am by swasmi
Comments (1)  

Monday, October 25, 2004
kontainer



loading..packing....last minute in newcastle....

friday morning...

get up very early finishing all stuff for container...books, toys, clothes, puzzles, pyrexs, souverniers....oh God...shooping whole the year in car boot sale..
geting bored looking at boxes, tapes, labels and everything related to packaging...
at 12.30 our stuffs were picked up by shipping agent....loading were starting and then i said good bye to those 11 boxes..i named them after " kesebelasan newcastle united"....
alhamdulillah...one thing was finished..hope it will shipped smoothly to indonesia and sent savely to bandung....i heard that the ship bringing that container will reach tanjung perak in november 20...means still long time to get home...and please be patient for the gift as it might be late....:)

saturday...

breaking fasting and farewell with sisters ....sad...my sister gave me something that i want recently..oh Allah had whisperred to her something i really want....thanks..:)

sunday.....

see good bye to one indonesian family who will go for good....next will be us...

monday...
spend last minute here...hiks2..hiks.... ( ) days are left







Posted at 09:41 am by swasmi
Make a comment  

Friday, October 01, 2004
for all moms & dads......



for all moms & dads......

( surat ini pernah lho aku kirim ke papa, tapi katanya suruh bikin 
lagi dan kasi aja ke mama)

Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama. Tapi ceritanya pake surat ya.
Kan, mama sibuk, capek, pulang udah malem. Kalo aku banyak ngomong 
nanti mama marah kayak kemarin itu, aku jadinya takut dan nangis. Kalo 
pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya. Kalo ngga sempet baca 
malem ini bisa disimpen sampe besok, pokoknya bisa dibaca kapan aja 
deh. Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.

Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak? Mbak Jum sekarang suka galak, Ma.
Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. Kalo siang 
aku disuruh tidur melulu, ngga boleh main, padahal mbak kerjanya cuman 
nonton TV aja. Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin
aku main?

Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan.
Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah
kan?
Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget dan katanya kalo 
diaduin sama mama dia mau berhenti kerja. Kalo dia berhenti berarti 
nanti mama repot ya? Nanti mama ngga bisa kerja ya? Nanti ngga ada 
yang jagain aku di rumah ya? Kalo gitu susah ya, ma?. Mbak ngga 
diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama aku.

Ma,bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke lomba nari Bali? Pak 
Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, ma. Ntar yang dandanin
ku siapa?
Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong. Kalo mama kan kalo
dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga mamanya. Waktu 
lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter; tiap hari udah Pak 
Husin juga ! yang nganter. Bosen, ma.

Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku kalo mamaku itu cantik 
banget, aku kan bangga, ma. Temen-temen tuh ngga pernah liat mama. 
Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru masuk SD, kan mereka
jadinya udah lupa tampangnya mama.

Ma, kapan sih aku boleh punya adik? Bosen ma, tiap hari cuman ngeliat 
Mbak Jum ama Pak Husin melulu. Mending pada cakep. Kalo punya adik, 
ntar aku pasti sayang deh. Tapi?. Mama kan ngga mau jadi gemuk ya? 
Mama masih diet ketat ya? Soalnya kalo hamil jadi gemuk ya? Kayak 
mamanya Si Caca temen aku, minta ampun gemuknya. Tapi mama Caca tetap 
cantik, lho ma, meskipun gemuk. Lagian mama Caca asyik, selalu bisa
nemenin Caca ke lomba dan kadang ikut jemput ke sekolah. Padahal 
mereka naik angkot lho, ma. Kadang suka diajak barengan sama Pak
Husin, mereka ngga mau. Jadinya gimana, ma? boleh ngga punya adik? 
Boleh dong, ! ma.. biar aku ada temen. Tapi terserah mama deh, ngga
maksa kok.
Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh. Uangnya
mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan mahal
lagi deh.
Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah banyak, kan mama ngga
usah kerja lagi. Nah, itu baru sip namanya. Lagian mainanku udah 
banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya?
 
Udah dulu ya, ma. Udah ngantuk.

I love you ( hi..hi..hi? papa kan suka bilang gitu sama mama ya? aku
tanya bu guru katanya artinya aku cinta padamu, berarti aku juga boleh
 I love you sama mama, ya)

Posted at 12:34 pm by swasmi
Make a comment  

Next Page

swasmi purwajanti
just 24, student of University of Newcastle, Newcastle upon Tyne,United Kingdom
email me at : cute_swasmi@yahoo.com

<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Dan katakanlah: ”Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. “(QS. An-Nahl, 27:93)

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed